Sejarah Al Qur’an

Al Quran
Al Quran

Dalam sebuah agama, kitab suci memegang peranan penting sebagai pedoman dan tuntunan hidup bagi seluruh umat. Bagi umat Islam sendiri, Al qur’an merupakan pegangan yang bukan hanya berisi firman Allah, namun juga sebagai jawaban dan petunjuk atas semua masalah yang dihadapi oleh manusia.

Mempercayai Al quran sebagai firman yang turun dari Allah merupakan kewajiban yang tertanam dalam salah satu rukun iman. Al quran dalam kedudukannya bagi umat Islam lebih dari sekedar kitab suci, ia pun merupakan sebuah mukjizat yang diturunkan kepada Rasulullah untuk kemudian disampaikan kepada ummat manusia sebagai petunjuk atas segala hal yang tidak diketahui oleh manusia. Rahmat dari Al quran pun bukan hanya ditujukkan kepada ummat Islam, namun pada seluruh makhluk yang hidup di alam bumi ini.

Sejarah Singkat Penulisan Al Quran

Penulisan al quran agar lebih mudah dibaca telah berlangsung sejak zaman para khalifah. Ketika zaman Rasulullah, setiap firman yang diterima akan dihafal oleh para sahabat. Banyak pula yang menuliskannya di media-media seperti kulit kayu, tulang hewan, dan media lain agar mudah dihafal. Al qur’an yang dihafal dan dituliskan oleh pada sahabat pun belum dibukukan dan belum sesempurna seperti sekarang ini.

Penulisan al quran menjadi bentuk buku dimulai pada masa Khalifah pertama yaitu Khalifah Abu bakar as Shidiq. Pada masa itu semua tulisan dan hafalan yang terdapat di semua sahabat dijadikan kedalam satu mushaf oleh Zaid bin Tsabit atas perintah Abu Bakar. Ini untuk menghindari hilangnya bagian-bagian al quran yang telah dihafal dan dituliskan oleh para sahabat. Apalagi pada masa itu perang antara umat islam dan kafir masih terus bergolak, dan tidak sedikit penghafal al quran yang mati syahid di medan perang.

Penulisan alquran terus mengalami perkembangan setelah wafatnya Abu Bakar. Menjelang kepemimpinan Khalifah ketiga setelah wafatnya Rasulullah yaitu Khalifah Utsman bin Affan, terdapat usulan untuk menyeragamkan mushaf al quran karena dinilai banyak ketidaksamaan yang diakibatkan oleh dialek dan logat yang berbeda antara daerah-daerah kekuasaan Islam pada masa itu. Maka disusunlah sebuah mushaf yang ditulis dengan dengan cara penulisan yang baku dan terstandarisasi. Mushaf ini ditulis menggunakan bahasa Quraisy sesuai dengan bahasa Al quran ketika pertama kali diturunkan. Mushaf yang dikenal dengan nama Mushaf Utsmani inilah yang merupakan cikal bakal al quran yang kita kenal sekarang.

Perkembangan Al Quran Digital di Era Modern

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, al quran tetap memegang peranan penting dalam kehidupan, khususnya bagi umat Islam. Al quran sebagai panduan bagi umat Islam tentu harus terus dijaga kelestariannya dengan cara diamalkan melalui bacaan dan perbuatan yang dianjurkan didalamnya. Namun seiring dengan modernisasi yang merambah ke semua bidang saat ini, modernisasi al quran pun tampaknya mulai digandrungi oleh masyrakat perkotaan, seperti salah satu buktinya dengan banyak beredarnya AlQuran Digital saat ini.

AlQuran Digital Alfatih
AlQuran Digital Alfatih Talking Pen

Al quran digital merupakan produk yang mulai banyak digunakan untuk terus mendekatkan diri dengan bacaan al quran. Di zaman yang serba cepat dan penuh persaingan, kadang kita lupa untuk sekedar menyisihkan waktu membaca al quran baik itu dirumah maupun dikantor. Kadang juga repot dalam membawa al quran seringkali menjadi alasan kita jauh dengan bacaan ayat suci ini, meskipun sebenarnya hal tersebut bisa dipaksakan asalkan ada niat dan kemauan yang keras untuk membacanya setiap ada waktu luang.

Al quran digital pun seakan menjadi solusi untuk tetap dekat dengan bacaan ayat suci ditengah kesibukan yang seringkali melanda masyarakat modern saat ini. Dengan bentuk yang bermacam-macam, al quran digital semakin mudah untuk dimiliki dan dipelajari bahkan oleh orang awam sekalipun. Mulai dari bentuk visual, hingga yang berbentuk audio visual semuanya sudah tersedia saat ini.

Kepraktisan al quran digital pun semakin terasa dengan banyaknya download al quran digital yang tersedia di dunia maya. Dengan download al quran digital yang lengkap sebanyak 30 juz, disertai dengan tanda baca dan tajwid yang sama persis dengan lembaran al quran yang biasa kita temukan, al quran jenis ini pun bisa menjadi pilihan yang baik untuk terus mengamalkan bacaan al quran. Hasil download al quran digital seperti ini pun lebih praktis untuk dibawa, karena bisa disimpan di dalam smartphone, tablet atau gadget lainnya yang kita miliki. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak membaca al quran ketika ada waktu luang, bukan?

Advertisements